
DPRD Kabupaten TTS Kunjungi BSIP NTT Terkait Program Strategis Daerah
Kupang, 9 Januari 2024, BSIP NTT menerima kunjungan DPRD kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Aula B BSIP NTT. Turut hadir dalam rombongan DPRD TTS Wakil Ketua DPRD Aris Nenobahan didampingi Komisi 2 dan Komisi 9. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BSIP NTT Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, M.Si. didampingi Ketua Tim Kerja Diseminasi Standar Instrumen Pertanian Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si.
Ketua Komisi 2 Samuel Sanam menyampaikan maksud kedatangan rombongan DPRD kabupaten TTS di BSIP NTT. Beliau menyampaikan terkait perubahan APBD di tahun 2025, terdapat program pengadaan benih jagung varietas Lamuru. Tentu untuk mewujudkannya, pihaknya bekerja sama dengan beberapa instansi terkait, diantaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan BSIP NTT.
Beliau menjelaskan kembali bahwa produksi jagung di NTT cukup besar dan dengan kondisi geografisnya, varietas lamuru sesuai dibudidayakan di NTT dan animo masyarakat cukup besar untuk menanam varietas ini. Harapan beliau sistem penangkaran benih yang selama ini berjalan di BSIP NTT bisa disebarkan ke para petani di kabupaten TTS melalui program pelatihan.
Aris Nenobahan menambahkan bahwa banyak potensi pertanian di kabupaten TTS dan dukungan anggaran yang cukup tinggi. Tetapi belum mampu menaikkan secara signifikan kondisi pertanian khususnya di tingkat petani. Oleh karena itu DPRD kabupaten TTS terus berupaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk dapat membangun jaringan mulai dari penyediaan benih hingga distribusi hasil panen. Beliau juga berharap kedepannya BSIP NTT dapat memberikan pelatihan terkait teknologi pertanian kepada para petani. Dan jika dimungkinkan ke depannya dapat dibuat perjanjian kerja sama antar kedua belah pihak.
Dalam kesempatannya, Sophia Ratnawaty menyampaikan sangat menyambut baik dan merasa terhormat atas kunjungan DPRD kabupaten TTS. Beliau menjelaskan sejarah singkat BSIP NTT beserta tugas pokok dan fungsi. BSIP NTT juga memiliki peran dalam pelayanan public diantaranya: tempat display teknologi pertanian terstandar, tempat konsultasi, tempat kunjungan, dan tempat praktek kerja lapangan. Sehingga beliau menyampaikan sangat menerima jika terdapat petani yang dikirim ke BSIP NTT untuk belajar teknologi pertanian ataupun personel BSIP NTT yang ditugaskan untuk memberikan pelatihan.
Irianus Rejeki Rohi melanjutkan dengan memberikan materi mengenai pengenalan serta budidaya jagung varietas Lamuru. Seperti diketahui animo masyarakat NTT untuk menanam varietas ini cukup tinggi. Akan tetapi terdapat varietas unggul baru (VUB) yang dikenalkan dan merupakan perbaikan dari varietas Lamuru, yaitu varietas Jakarin. Hal ini merupakan tantangan bagi BSIP NTT untuk mengenalkan VUB ini, sehingga melalui program pemerintah hal ini dapat dilakukan.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang untuk meninjau unit-unit yang dimiliki BSIP NTT. Kunjungan pertama pada kandang untuk melihat sistem peternakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Kemudian kunjungan dilanjutkan ke gudang Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) untuk melihat sistem paska panen untuk penyiapan benih jagung yang akan dilakukan sertifikasi benih.