
BSIP NTT Tuntaskan Evaluasi Kegiatan Teknis Tahun 2024
Kupang, 3 Desember 2024 – Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Nusa Tenggara Timur (BSIP NTT) menggelar kegiatan evaluasi akhir untuk seluruh kegiatan teknis yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024. Acara tersebut berlangsung di Aula B BPSIP NTT yang dihadiri oleh Kepala BPSIP NTT (Dr. Ir. Sophia Ratnawaty.,M.Si) , Ketua Tim Kerja Diseminasi (Ir. Irianus Rejeki Rohi, M,Si), Ketua Tim Kerja Program dan Evaluasi (Retdiyano A. Suwardana, S.T. M.SI), para penanggung jawab kegiatan serta tim Monev.
Pada tahun ini terdapat 8 kegiatan teknis balai yang terdiri dari kegiatan : 1) Identifikasi Standar Instrumen Produk Emping Jagung; 2) Identifikasi Standar Instrumen Produk Daging Sei; 3) Penguatan Kapasitas Penerap Standar Budidaya Jagung; 4) Penguatan Kapasitas Penerap Standar Budidaya Padi; 5) Pendampingan dan Pengujian Penerapan Standar Beras; 6) Pendampingan dan Pengujian Penerapan Standar Produk Dendeng Daging; 7) Produksi Benih Jagung Terstandar; *). Produksi Benih Padi Terstandar.
Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan teknis yang telah dilakukan, mengidentifikasi keluaran yang telah dicapai, serta membahas tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan teknis. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk menjawab sejauh mana pencapain target kinerja balai yang tertuang pada Perjanjian Kerja BPSIP NTT tahun 2024. Dalam sambutannya, Kepala BPSIP NTT (Dr. Ir. Sophia Ratnawaty.,M.Si) menyampaikan pentingnya refleksi dan evaluasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan teknis Balai ke depan. "Evaluasi ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa program yang dirancang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar beliau.
Acara ini diisi dengan pemaparan dari penanggung jawab teknis, diskusi, dan sesi tanya jawab. Tim Monev juga memberikan umpan balik terkait implementasi program dan menyampaikan berbagai saran untuk optimalisasi capaian output dan peningkatan di masa mendatang.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan apresiasi kepada tim teknis yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lapangan.
Hasil dari evaluasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk merancang program-program inovatif di tahun mendatang, guna mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.